Selamat Hari Guru

25 11 2009

Sebutan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’, mungkin sekarang hanya menjadi sebuah kalimat yang tak ada nilainya. Betapa tidak? Para pahlawan ini memang tak pernah diingat oleh siapapun dan kapanpun.

Meski sejatinya ia bermakna dalam kehidupan manusia, terutama di kalangan profesi guru. Kalimat tadi mengandung arti yang luas dan sangat mengena ketika seorang anak kecil mengenang kembali kilas balik kehidupan semasa kecilnya. Terutama ketika baru mau belajar di tingkat Sekolah Dasar. Setidaknya, inilah kondisi saat ini. Namun, sebenarnya ini bukan lagi menjadi substansi ketika dunia pendidikan Sumbar butuh perhatian ekstra agar bisa bangkit. Kemarin, sejumlah praktisi pendidikan Sumbar membicarakan kondisi dunia pendidikan Sumbar, kini dan harapan mendatang di Carano Room Padang Ekspres. Diskusi terbuka yang dimediatori Drs Indra Jaya MPd, staf Wako Pariaman yang juga mantan Kadisdik Kota Pariaman berjalan penuh keterbukaan. Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya mantan Kadis Pendidikan Sumbar Drs Batius, Kadisdik Bukittinggi Drs Yulvena Miaz, Dra Yusnam Udin mantan Kepsek MAN Lubukalung, F Yan R Hastati, Drs Syafruddin Sulaiman Dosen Fakultas Sastra Unang dan sejumlah guru lainnya. Dapat dirangkum bahwa saatnya posisi guru kembali di tempatkan pada harkatnya yang mulia. Profesi guru sebagai pelita yang menerangi dunia dengan ilmu-ilmu yang ditransferkan kepada muridnya patut dihargai.

Kendati, mereka sama sekali tak mengharapkan apa-apa.
Kebahagiaan seorang guru adalah jika melihat para muridnya berhasil di masa yang akan datang. Di balik semua keberhasilan tersebut, korps guru tersebut tidak pernah mengharapkan imbal jasa atau materi dari murid-muridnya yang telah berhasil. Namun, seringkali kita melupakan jasa2 para guru tersebut, tatkala kita sudah sukses dalam dunia kita. Layaknya seorang pelatih sukses, guru mungkin cukup puas dengan senyuman saat ‘mendengar’ anak didiknya sukses di dunia karir. Sejatinya, memang harus begitu. Saat ini, patut disyukuri adanya niat tulus dari pemerintah dalam memperhatikan nasib guru. Setidaknya ini telah diamanahkan dalam undang-undang bahwa anggaran pendidikan itu harus 20 persen dari total anggaran pembangunan. Artinya, ini nilai yang cukup luar biasa jika dilaksanakan.

Walaupun tidak serta merta di capai, namun ada secercah harapan amanah tersebut mulai dicapai. Sebut saja, APBD Sumbar untuk tahun 2008 saja anggaran pendidikan telah diplot 19 persen. Belum lagi kabupaten dan kota. Mereka berlomba-lomba untuk mencapai amanah tersebut. Soal sertifikasi guru, juga sebuah cara yang disiapkan pemerintah untuk mengangkat kembali harkat dan kesejahteraan para guru. Namun, ini juga tidak serta-merta tercapai. Setidaknya ini merupakan bukti keseriusan pemerintah, begitu Batius mengatakan. Kedepan, peran guru harus semakin ditingkatkan. Sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan guru hrus digenjot dengan berbagai keterampilan dan spesifikasi. Mereka harus lebih pintar dari para muridnya. alam forum diskusi kemarin, juga terlontar ide agar segera dibentuk Dewan Kehormatan Guru


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: